twitter

Jurnal Newscientist edisi Kamis (18/2) memuat hasil penelitian Science-Metrix, sebuah perusahaan di Motreal, Kanada yang melakukan evaluasi atas perkembangan dan produk ilmu pengetahuan serta teknologi di berbagai negara. Dalam laporan hasil penelitiannya, Science-Metrix menyebutkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan di negara Iran sebelas kali lebih cepat dibandingkan negara-negara lainnya di dunia.
Perusahaan itu mengamati adanya "pergeseran geopolitis dalam bidang ilmu pengetahuan dan karya" yang dihasilkan negara-negara di dunia. Menurut Science-Metrix, banyaknya karya-karya ilmiah yang dimuat di Web of Science menunjukkan bahwa standar pertumbuhan karya ilmiah di Timur Tengah, khususnya di Iran dan Turki, nyaris mendekati angka empat kali lebih cepat dari rata-rata pertumbuhan di dunia.
Iran menunjukkan pertumbuhan yang paling cepat di dunia dalam bidang ilmu pengetahuan. Asia terus mengejar, bahkan lebih cepat dari yang kami pekirakan sebelumnya. Eropa mempertahankan posisinya lebih dari yang diharapkan, dan Timur Tengah adalah kawasan yang patut diperhatikan," kata Eric Archambault yang menulis laporan Science-Metrix.


Kamis, 18 Juli 2013 | 0 komentar |
Perkembangan informasi teknologi sangat pesat bahkan di pelosok-pelosok yang dulunya belum merasakan teknologi pun sekarang bisa menikmati layanan informasi teknologi scara online.
Teknologi informasi muncul sebagai akibat semakin merebaknya globalisasi dalam kehidupan organisasi, semakin kerasnya persaingan bisnis, semakin singkatnya siklus hidup barang dan jasa yang ditawarkan, serta meningkatnya tuntutan selera konsumen terhadap produk dan jasa yang ditawarkan. Untuk mengantisipasi semua ini, perusahaan mencari terobosan baru dengan memanfaatkan teknologi. Teknologi diharapkan dapat menjadi fasilitator dan interpreter. Semula teknologi informasi digunakan hanya terbatas pada pemrosesan data. Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi tersebut, hampir semua aktivitas organisasi saat ini telah dimasuki oleh aplikasi dan otomatisasi teknologi informasi.

| 0 komentar |

University of Muhammadiyah Malang has a good system of academic program. For new students, they get information and orientation about academic life of the university. During studying process, students will be given a guidance intensively either inside or outside the classroom in order to expedite studying proces . Study process is begun toward new students enrollment, registration, programming courses, lecture and practical activities, practical training program, KKN, research, thesis, thesis examination, judicium, and graduation.
To support academic administration, UMM has implemented administration system based on information technology. In learning process, every classroom is completated with multimedia and CCTV. It is conducted to increase the quality of material and intensity of attendence in learning process. With the availability of qualified human and modern education system, we invite thegraduates of senior high school, wherever they may be to join UMM community.

| 0 komentar |
Unlimited Imagination ....
Be Creative..
Enjoy ....

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain).
Seni disain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak....

Rabu, 17 Juli 2013 | 0 komentar |

Bekerja di depan monitor dan menghabiskan waktu berjam-jam untuk browsing informasi dan inspirasi menarik di internet memang membuat desainer grafis layaknya seorang geek. Kondisi pekerjaan juga membuat desainer grafis seperti kehilangan kontak dengan lingkungan sekitarnya. Bahkan yang terparah, kebanyakan mungkin kesulitan untuk menjalin hubungan intim dengan lawan jenis. Hanya beberapa saja yang beruntung dikarunai bakat 'play boy' sebelum menjadi desainer grafis. Tapi terlepas dari itu, desainer grafis juga punya beberapa keunggulan yang membuat mereka pantas dijadikan calon pasangan idaman.


Selasa, 10 April 2012 | 0 komentar |

            Mempercepat pekerjaan desain atau sekedar edit-edit foto di adobe photosop perlu sedikit trik dan cara untuk menyingkat pekerjaan kita. Biasanya hampir semua pemula photoshop selalu menggunakan menu navigasi maupun tool bar yang sdh disediakan. Namun sejalan dg seringnya kita memakai photoshop sdh bukan rahasia lagi jika kita harus menggunakan perintah tersembunyi / hidden shortcut untuk mempermudah pekerjaan kita...

Minggu, 10 April 2011 | 0 komentar | Label:

Digital Single Lens Reflex Camera

From Wikipedia, the free encyclopedia
(Redirected from Dslr)

Olympus E-420 Four Thirds

A digital single-lens reflex camera (digital SLR or DSLR) is a digital camera that uses a mechanical mirror system and pentaprism to direct light from the lens to an optical viewfinder on the back of the camera.
The basic operation of a DSLR is as follows: for viewing purposes, the mirror reflects the light coming through the attached lens upwards at a 90 degree angle. It is then reflected three times by the roof pentaprism, rectifying it for the photographer's eye. (Note that the diagram below incorrectly shows a non-roof pentaprism.) During exposure, the mirror assembly swings upward, the aperture narrows (if stopped down, or set smaller than wide open), and a shutter opens, allowing the lens to project light onto the image sensor. A second shutter then covers the sensor, ending the exposure, and the mirror lowers while the shutter resets. The period that the mirror is flipped up is referred to as "viewfinder blackout". A fast-acting mirror and shutter is preferred so as to not delay an action photo.
All of this happens automatically over a period of milliseconds, with cameras designed to do this 3–10 times per second.
DSLRs are often preferred by professional still photographers because they allow an accurate preview of framing close to the moment of exposure, and because DSLRs allow the user to choose from a variety of interchangeable lenses. Most DSLRs also have a function that allows accurate preview of depth of field.
Many professionals also prefer DSLRs for their larger sensors compared to most compact digitals. DSLRs have sensors which are generally closer in size to the traditional film formats that many current professionals started out using. These large sensors allow for similar depths of field and picture angle to film formats, as well as their comparatively high signal to noise ratio.
The term DSLR generally refers to cameras that resemble 35 mm format cameras, although some medium format cameras are technically DSLRs.

Kamis, 25 November 2010 | 3 komentar | Label: